Posted by: Nanda on: March 14, 2010
Oke. Sepertinya dari judulnya aja udah jelas apa yang bakal saya ceritakan (atau ngga?).
It’s the break up part.
Ya, perjalanan romance saya dengan a boy named A***** P**** berakhir setelah delapan bulan setengah hari, tepatnya tanggal 22 Januari 2010. Why? Singkatnya, dia merasa kelakuan saya udah ga bisa dimaafkan. Seberapa buruk kelakuan saya? Well, itu juga yang jadi pertanyaan saya selama (hampir) dua bulan ini. Saya sering nanya ke diri sendiri, dan orang lain (awam ataupun kenal deket) dan jawabannya selalu sama: bukan kesalahan fatal.
Yaa, mungkin buat saya dan manusia-manusia yang saya tanya sih ga fatal ya. Tapi mungkin menurut dia sih udah unforgivable. Oke, jadi saya diputusin. And I can do nothing about it.
Harus diakui, untuk sebulan pertama, I act silly and pathetic. I cry a lot. Losing myself often. Dan hal-hal lain yang kalo diinget sekarang sih lebay gila. But I made it, I survive. Dan setelah sebulan melewati 22 Januari, tepatnya 23 Februari 2010, dia jadian dengan perempuan lain.
And (again) I can do nothing about it.
The girl is not a bad choice. Tapi sebagai ex-girlfriend yang kasarnya sih diputus paksa, saya terprogram buat benci dia. Dia mantan saya, dan dia pacar baru mantan saya. But then again, saya dipaksa berhadapan dengan realita; saya bukan siapa-siapa. Hak itu ga ada di saya. What I can do about it is: shut the f*ck up and act nice.
Ga butuh waktu lama sampe saya nerima kabar dari lingkungan dia. His friends didn’t like the girl. Apapun alasannya, mereka ga suka aja. Daaaaan, saya ga munafik ya, jadi saya harus akui kalau saya senang. See, bukan keputusan yang bagus untuk jadian secepat itu dari break up yang ga bisa dibilang baik-baik. Akan selalu ada pihak yang berpikir buruk soal keputusan jadian itu.
Mungkin dia memang mudah melupakan saya; pacarnya selama delapan bulan.
Oh ya sudah sih.
Ga butuh waktu lama juga sampe saya akhirnya tau kalo dari dulu (21 Mei 2009), dia memang ga pernah nganggep saya serius, atau bahkan sayang sama saya. Dan saya dapet info ini bukan dari orang selewat ya, jadi lumayan nyesek juga. Delapan bulan ternyata saya bener-bener buta.
OH YA SUDAH SIH.
Anyway, ini cuma blog kilat buat mengabarkan pada dunia kalo saya sudah salah mengambil langkah. Dan saya tidak menyesali hal itu. Sesuai wejangan dari kaka saya;
Kamu kaya gini karena terlalu banyak memberi, Nda. Ini pengalaman mahal. Jadiin pelajaran buat ke depannya.
Harapan ke depannya? Semoga hal seperti ini ga akan keulang. Dan saya bisa cepet ikhlas dan jadi lebih dewasa dari pengalaman ini. 21052009-22012010 adalah delapan bulan kebutaan saya. And thanks God, now my eyes are open
#lovingmyself